Home / Berita / Daerah / SIAK

Minggu, 19 April 2026 - 10:02 WIB

Bupati Siak Ingatkan Ancaman terhadap Budaya Melayu

Pekanbaru, tajamkasus.com – Bupati Siak, Afni Zulkifli, mengingatkan pentingnya menjaga marwah, sejarah, dan tradisi masyarakat Melayu di tengah derasnya arus modernisasi, yang dinilainya mulai menggerus identitas budaya dan nilai-nilai adat.

Pernyataan itu disampaikan Afni saat menghadiri Pergelaran Drama Musikal dan Peluncuran Lagu Marhum Pekan bersama keluarga besar zuriat Marhum Pekan serta keluarga raja-raja Siak di Balairung Marhum Pekan, Gedung Lembaga Adat Melayu Riau (LAMR) Kota Pekanbaru. Sabtu (18/4/2026).

Dalam sambutannya, Afni menegaskan bahwa sejarah Kerajaan Siak Sri Indrapura merupakan fondasi penting yang tidak bisa dipisahkan dari identitas masyarakat Melayu saat ini. Ia mengingatkan bahwa pengabdian leluhur kepada sultan adalah nilai yang harus terus dijaga lintas generasi.

“Sejarah itu tidak boleh dilupakan. Ini bukan sekadar cerita masa lalu, tetapi menjadi pijakan moral kita hari ini. Marwah negeri harus tetap kita jaga,” ujarnya.

Ia juga menyinggung posisi historis Kesultanan Siak yang telah menyatakan diri sebagai bagian dari Negara Kesatuan Republik Indonesia. Namun, menurutnya, komitmen tersebut harus diiringi dengan keadilan terhadap masyarakat adat sebagai bagian dari warisan sejarah itu sendiri.

Di sisi lain, Afni menyoroti ancaman nyata terhadap keberlangsungan adat Melayu, yang tidak hanya terkait wilayah, tetapi juga praktik budaya yang mulai ditinggalkan.

“Kalau tradisi hilang, maka salah satu syarat pengakuan itu juga hilang. Dulu setiap aspek kehidupan orang Melayu penuh dengan adat dari membangun rumah, menikah, hingga masuk kampung. Hari ini itu mulai pudar,” katanya.

Menurut Afni, pelestarian adat tidak bisa hanya bersifat simbolik, melainkan harus dihidupkan kembali dalam kehidupan sehari-hari, terutama di kalangan generasi muda.

Sebagai bentuk komitmen, Pemerintah Kabupaten Siak terus mendorong pelestarian budaya melalui berbagai langkah, termasuk pemberian beasiswa bagi generasi muda dari komunitas adat serta revitalisasi kawasan Istana Siak sebagai pusat sejarah dan kebudayaan.

Ia juga mengajak seluruh elemen masyarakat, lembaga adat, tokoh masyarakat, hingga generasi muda untuk bersatu menjaga warisan budaya Melayu tanpa memelintir sejarah.

“Cerita yang kita wariskan harus lurus dan benar. Jangan sampai sejarah dibelokkan, karena generasi berikutnya akan kehilangan arah,” tegasnya.

Menutup sambutannya, Afni mengajak seluruh hadirin untuk terus merawat semangat kebersamaan dan mendoakan para sultan sebagai bagian dari penghormatan terhadap sejarah.

“Kita ingin menjadi manusia yang bermanfaat, seperti para sultan baik saat hidup maupun setelah tiada. Itu warisan nilai yang harus kita jaga bersama,” tutupnya.

Berita ini 4 kali dibaca
Ditulis oleh Gulo Redi

Belum ada informasi tentang penulis ini.

Share :

Baca Juga

Berita

Berita

Usai Upacara HUT RI ke-81, Bupati Kaur Tegaskan Komitmen Majukan Daerah dan Bangun Karakter Masyarakat

Berita

Anggaran Diskominfo Pelalawan 2023 Disorot, Rinto Rinaldi Bungkam

Berita

‎Husni Thamrin Pimpin Upacara HUT Provinsi Riau Ke-69 di Lapangan Kantor Bupati Pelalawan

Berita

Semarak HUT ke-81 RI, Desa Tanggo Raso Gelar Beragam Perlombaan, Warga Antusias Ikut Meriahkan

Berita

Kepsek SDN 105 Bengkulu Selatan Akan Panggil Guru Honorer yang Diduga Terlibat Perselingkuhan

Daerah

DPRD dan Pemkab Pelalawan Sepakati Ranperda Pertanggungjawaban APBD 2025

Berita

Foto Beredar, Kepala SMPN 26 Bengkulu Selatan Akui Punya Hubungan dengan Guru PAUD