
tajamkasus.com, Pelalawan- Pekerjaan suran Primer dan saluran air Kerinci Barat menuju Sungai Kerinci disoal warga. Pasalnya, pekerjaan proyek tersebut diduga tidak sesuai bestek.
Bahasa Indonesia:
“Bagaimana tidak, proyek yang memiliki anggaran Rp2,5 miliar tersebut nyatanya tampak dikerjakan asal jadi oleh rekanan kontraktor,” ungkap warga kepada awak media sambil meminta agar identitasnya tidak dipublikasikan, Senin (14/9/2025).
Bahasa Indonesia:
Bukan tanpa alasan, masih kata sumber, dugaan itu berdasarkan fakta dilapangan dimana lantai bawah Box saluran air hanya dipasang 1 lapis besi.
Bahasa Indonesia:
“Seharusnya besi dipasang 2 lapis, kemudian kalau besi kolom misalnya pakai besi 12 mm, ya harus besi 12 semua. Kalau besi dindingnya misalnya pakai besi 10 ya besi 10 semua, bahkan besi yang digunakan ada yang berukuran 8 mm padahal itu adalah box saluran air Primer (induk-red),” bebernya.
Bahasa Indonesia:
Sumber mengimbuhkan, bila diamati secara detail mulai dari pekerjaan penimbunan, pembentukan (rakitan) besi yang digunakan semua dugaan asal jadi.
Bahasa Indonesia:
“Banyak terlihat besi U (leter U-red) yang berukuran tidak sejajar dan terlihat jelas panjang dan pendek. Mirisnya lagi, ketika saluran Box air kerinci barat mengalami kerobohan, tapi didinding saluran air tersebut hanya ditempel pakai semen. Lalu yang menjadi tanda tanya yakni apakah pihak dinas terkait tidak melakukan fungsi pengawasan ? Sehingga pekerjaan proyek tersebut sangat amburadul dan dibiarkan saja begitu,” tutup sumber.
Bahasa Indonesia:
Sangat bersalju hingga berita ini diterbitkan, awak media belum mendapat keterangan resmi dari pihak Dinas PUPR Kabupaten Pelalawan terkait hal tersebut, beberapa kali coba dikoonfirmasi ke Kantor Dinas PUPR melalui Kepala Bidang Sumber Daya Air (Kabid SDA) Dinas PUPR Kabupaten Pelalawan, Latif Busroni,MT., namun tidak berhasil ditemui, sehinggapula coba melakukan konfirmasi kepada Kepala Dinas PUPR, Farhan Nisbar melalui pesan WhatsApp namun tak kembali direspon.(redaksi***)
Bahasa Indonesia:
Bahasa Indonesia:
Bahasa Indonesia:







